Ini Dua Mekanisme KPU Sikapi Calon Kepala Daerah Tunggal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Ketua Komisi Pemilihan Generik (KPU) Arief Budiman Menyebut, pihaknya menempuh dua tutorial untuk mengantisipasi banyaknya daerah penyelenggara Pilkada yang hanya punya satu pasangan bakal calon kepala daerah. Jumlah daerah dengan pasangan bakal calon kepala daerah tunggal tercatat terus menemui peningkatan.

Menurut Arief, di ini ada 13 daerah yang masih mempunyai satu bakal pasangan calon kepala daerah. KPU sepakat kembali menjalankan sosialisasi pendaftaran Pilkada sejak 11 Januari lalu.

Selanjutnya, pendaftaran bakal calon kepala daerah kembali dibuka di 13 Januari- 16 Januari. “bila hingga hari H batas pendaftaran ulang tak ada paslon lain yang mendaftar, maka sebagaimana putusan MK (PUU/XVIII/2015) maka legal bila satu daerah hanya ada satu paslon dan pilkada Bisa dilanjutkan,” ujar Arief di di diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1).

Sebelum itu, lanjut Arief, KPU diminta bersungguh-sungguh menghadirkan lebih dari satu pasangan bakal calon kepala daerah. “tutorial pertama ya kami adakan perpanjangan pendaftaran itu. Kedua, kami persilakan untuk sisa parpol yang mengusung calon akan tetapi persentasenya Anemia dari 20 persen, boleh membongkar koalisinya,” ungkapnya.

Arief menegaskan, kedua tutorial ini ditempuh untuk sebisa mungkin menghadirkan pasangan bakal calon kepala daerah baru. Dengan demikian, jumlah daerah dengan calon tunggal atau Pilkada melawan kotak kosong Bisa diminimalisasi.

Jumlah calon tunggal di Pilkada serentak 2018 tercatat meningkat bila dibandingkan dua Pilkada sebelumnya. KPU memastikan ada 13 daerah pelaksana Pilkada 2018 yang di ini masih mempunyai satu bakal calon kepala daerah.

Data Itu berdasarkan rekap KPU RI hingga pukul 12.00 WIB. Ke-13 daerah itu yakni Kota Prabumulih (Sumatra Selatan), Kabupaten Lebak (Banten), Kota Tangerang (Banten), Kabupaten Tangerang (Banten), Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur), Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah), Kabupaten Enrekang (Sulawesi Selatan), Kabupaten Minahasa Tenggara (Sulawesi Utara), Kabupaten Tapin (Kalimantan Selatan), Kabupaten Puncak (Papua), Kabupaten Mamasa (Sulawesi Barat), Kabupaten Jayawijaya (Papua) dan Kabupaten Padang Lawas Utara (Sumatra Utara).

Berdasarkan data yang dihimpun Republika.co.id, Kamis (10/1), jumlah calon tunggal di Pilkada 2018 ini lebih banyak bila dibandingkan dengan Pilkada 2017. di 2017, hanya ada sembilan daerah dengan calon tunggal yakni Kota Tebingtinggi, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Pati, Kabupaten Buton, Kabupaten Landak, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Tambrauw , Kota Sorong, dan Kota Jayapura.

Sebelumnya, yakni di Pilkada 2015, tercatat hanya ada tiga daerah dengan calon tunggal. Ketiganya yakni Kabupaten Tasikmalaya, Blitar dan Kabupaten Timur Tengah Utara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mobil Mesum Aceh Di Tahun Baru 2018, Kepergok Anggota TNI(Di Aceh Tamiang)

Produser Film ‘DILAN 1990’ Targetkan Ditonton Empat Juta Penonton

beritawow.xyz – Film adaptasi novel bestseller berjudul DILAN 1990 akan rilis reguler di bioskop Berawal Dari ...

Mantan Suami Muzdalifah Ditangkap Sehabis Makan

Jakarta – Mantan suami Muzdalifah, Khairil Anwar ditangkap karena tuduhan penggelapan dana yang semula ingin ...