KPA: Ibu Hamil wajib Tes HIV

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM — Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Mataram dr Margaretha Chepas menyarankan semua ibu hamil tes HIV untuk menghindari bayi lahir dengan HIV. “Apabila dari hasil tes Itu menyatakan ibu positif HIV, maka ibu hamil wajib rutin minum obat ARV atau antiretroviral supaya bayi Bisa lahir sehat, normal dan tanpa HIV,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (7/12).

Dari pengalaman yang sudah dilakukan, dia Menyebut, dengan rutin meminum ARV sesuai ketentuan, beberapa kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA), Bisa melahirkan bayi tanpa HIV bahkan hingga dua kali melahirkan. “Oleh di karenakan itu, kami berharap supaya setiap ibu hamil Bisa dilakukan tes HIV untuk mengantisipasi sekaligus menghindari anak lahir dengan HIV,” katanya.

Apalagi, katanya, kasus HIV/AIDS di kalangan ibu rumah tangga terus mendapatkan peningkatan yang di ini terdapat 57 kasus HIV/AIDS terjadi di ibu rumah tangga. Sebanyak 57 kasus itu terbagi Jadi dua yakni 29 orang ibu rumah tangga dengan HIV dan 28 orang positif AIDS.

Menurutnya, jumlah ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS ini lebih tinggi dibandingkan dengan penjaja seks dengan jumlah kasus hanya 18 orang. “Dari 18 orang positif HIV/AIDS itu, lima orang HIV dan 13 orang AIDS. Jadi Bisa dibayangkan bagaimana Letak ibu rumah tangga yang rentan terhadap HIV/AIDS,” katanya.

Oleh di karenakan itu, lanjutnya, peringatan Hari AIDS Sedunia 2017 tingkat Kota Mataram yang dilaksanakan di 9 Desember 2017, dijadikan Bagaikan gerakan masyarakat untuk bersama-Serupa peduli dengan HIV. Disorientasi satunya dengan memahami pentingnya menjalankan tes HIV sehingga status HIV Bisa Genjah diketahui dan apabila positif Bisa Genjah mendapatkan obat ARV.

Dengan demikian paradigma HIV/AIDS yang menakutkan dan Menghentikan berubah Jadi penyakit kronis yang Bisa dikelola dan sudah ada obatnya. “Selain itu, dengan mengetahui status kesehatan sejak dini maka kita telah menjalankan perlindungan terhadap keluarga dan orang yang kita sayangi,” katanya.

Berdasarkan data KPA Mataram, dengan cara kolektif jumlah kasus HIV/AIDS sejak tahun 2001 hingga Oktober 2017 telah ditemukan 217 kasus HIV, 207 orang penderita AIDS dan 117 orang penderita meninggal. Penyebab tertinggi kasus HIV/AIDS itu Yaitu heteroseks yang mencapai 57 persen, setelah itu IDUs 20 persen, homoseks 15 persen, dan perinatal 4 persen, sisanya tak diketahui dan di karenakan transfusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gelar Konser Di Indonesia, Liam Gallagher Tahu Fans Oasis Ternyata Banyak

beritawow.xyz – Mantan vokalis grup band Oasis, Liam Gallagher bakal menggelar konser di Ecovention Ancol, ...

Kesederhanaan Istri Orang-orang Terkaya di Global

Elma Theana Jelaskan Alasannya Tak Mau Jadi Saksi di Sidang Asusila Aa Gatot

Jakarta – Elma Theana Jadi Disorientasi satu nama artis yang seharusnya Jadi saksi di kasus ...