Mengapa Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya dengan cara resmi mengakui Yerusalem Bagaikan ibu kota Israel. Keputusannya ini cukup mengherankan di karenakan terjadi di tengah begitu banyak kecaman dari Global internasional.

Namun, menurut Ahli Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Muhammad Luthfi, Donald Trump cukup konsisten Bagaikan seorang politikus. Direktur Sekolah Kajian Strategik dan Global UI itu jelaskan, rezim Trump berbeda Serupa sekali dengan kepemimpinan Barack Obama silam yang berasal dari partai Demokrat. Dengan demikian, kecenderungannya pun berbeda di mendekati persoalan konflik Palestina-Israel.

“Saya kira, dia (Trump) mirip dengan Bush, bagus George HW Bush ataupun anaknya, George W Bush,” Perkataan Muhammad Luthfi kepada Republika.co.id, Kamis (7/12).

Dia menambahkan, keputusan Trump itu tak muncul tiba-tiba di karenakan Bisa ditelusuri sejak dirinya menduduki Letak nomor satu di AS. Misalnya, beberapa di Seusai dilantik Jadi presiden AS, Trump Menyebut tak mau meneruskan solusi dua negara. Meski begitu mantan pebisnis ini mengklaim masih ingin AS mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

“Nah, apakah ini (mengakui Yerusalem Bagaikan ibukota Israel –Red) Yaitu bagian dari yang telah Trump katakan? Bahwa dia tetap konsisten, katakanlah, dengan keinginan berdirinya suatu negara, meskipun dia Menyebut, perdamaian Bisa aja dengan tips lain, Yaitu sistem (paradigma) satu negara,” jelas Luthfi.

Paradigma solusi dua negara Ambiguitas bahwa perdamaian antara Palestina dan Israel akan terwujud dengan mengakui kedaulatan masing-masing pihak yang berkonflik itu. Adapun paradigma satu negara berarti mengakui kedaulatan Disorientasi satu pihak sekaligus menafikan kedaulatan pihak lainnya.

Cendekiawan Muslim itu menambahkan, selama ini Palestina kerap berjuang di jalur diplomatik dengan mengandalkan solusi dua negara. Namun, faktanya di ini berubah total lantaran keputusan Trump mengakui status Yerusalem Bagaikan milik Israel. “Tentu keinginan (mewujudkan) solusi dua negara sudah terkubur dengan ini (keputusan Trump),” tegas dia.

 Baca juga, Rencana Trump Buat Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel Bisa Terwujud.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gelar Konser Di Indonesia, Liam Gallagher Tahu Fans Oasis Ternyata Banyak

beritawow.xyz – Mantan vokalis grup band Oasis, Liam Gallagher bakal menggelar konser di Ecovention Ancol, ...

Kesederhanaan Istri Orang-orang Terkaya di Global

Elma Theana Jelaskan Alasannya Tak Mau Jadi Saksi di Sidang Asusila Aa Gatot

Jakarta – Elma Theana Jadi Disorientasi satu nama artis yang seharusnya Jadi saksi di kasus ...