Oknum Polisi Otaki Pembuatan Uang Palsu Ditangkap

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU — Kepolisian Resor Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan meringkus seorang oknum personel Polri diduga Bagaikan otak pembuatan uang palsu.

Kepala Bidang Interaksi Masyarakat Polda Sulawesi Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Mashura, di Mamuju, Kamis, menyatakan oknum polisi berinisial AA (25) yang diringkus Tim Resmob Polres Pinrang Itu merupakan DPO (daftar pencarian orang) Polda Sulbar.

“Otak pembuatan uang palsu Itu memang seorang oknum polisi yang selama ini bertugas di Polres Mamasa dan telah lama ditetapkan Bagaikan DPO di karenakan tak Sempat melaksanakan tugas di kesatuannya,” Perkataan Mashura.

Oknum polisi itu, Perkataan Mashura, ditangkap di Kampung Bulu, Kecamatan Matiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Rabu (6/12). DPO Polda Sulbar itu, lanjutnya, ditangkap di karenakan diduga Bagaikan otak pembuatan uang palsu bersama tiga rekannya, yakni AB (30), AP (30), dan AS (38).

Pengungkapan uang palsu itu, ujar Mashura, berawal dari penangkapan AS yang akan berbelanja memakai uang palsu di suatu warung.

Seusai dilakukan pengembangan, ujarnya pula, tim Resmob Polres Pinrang setelah itu sukses menangkap AB dan AP di kawasan Kampung Bulu, Kecamatan Matiro Bulu dengan barang bukti tiga lembar uang palsu pecahan 100 ribu rupiah dan sembilan lembar uang palsu pecahan 50 ribu rupiah.

Hasil Inspeksi itulah, Perkataan Mashura, tim Resmob Polres Pinrang menjalankan pengembangan dan meringkus lagi rekan pelaku, Yaitu AS dan AA yang merupakan anggota polisi dari Polres Mamasa selama ini Jadi DPO Polda Sulbar.

“Di tempat AA, petugas mengamankan satu unit printer yang digunakan membuat uang palsu, kertas HVS dan uang kertas asli. di ini AA diamankan di Polres Pinrang untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Mashura pula.

Pelanggaran desersi atau tak masuk melaksanakan tugas tanpa alasan yang Absah, maka AA, lanjut Mashura, berdasarkan Keputusan Kapolres Mamasa Nomor: Kep/38/VIII/2016 tertanggal 30 Agustus 2016 perihal pemberhentian gaji.

“Jadi, hingga dengan hari ini gaji yang bersangkutan tak dibayarkan di karenakan pelanggaran desersi yang dilakukannya. Selain itu, yang bersangkutan juga sudah memenuhi syarat untuk dilakukan pemberhentian tak dengan hormat atau PTDH, di karenakan telah dilakukan sidang disiplin sebanyak tiga kali namun tak Sempat hadir sehingga diterbitkan surat DPO,” Perkataan Mashura lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

wajib Tersiksa untuk Bisa Sebugar Ini? Ah, Nggak Juga

Sabtu,16/12/2017 08:02 WIB Browser kalian tak mendukung iFrame Siapa bilang untuk sehat wajib menderita? Olahraga ...

Yuk, Tiru Gaya Hayati Sehat Rayi Personel RAN

Banyak yang merasa sulit untuk mempraktikkannya gaya Hayati sehat di kehidupan sehari-hari. Nah, cerita Rayi ...

Studi di AS Klaim Polusi Udara Berada di Balik Kenakalan Remaja

Pilih Kategori penyakitKepalaDarahMataGigiPerilaku, Emosi, KejiwaanInfeksi, Bakteri, VirusOtakMulut, LidahRahang, Tulang, Sendi, OtotLeher, TenggorokanTelingaHidungBahu, Punggung, BokongDada, Jantung, ...