Pengalaman Buruk di Naik Gunung Jadi Motivasi Jalankan Diet

Jakarta – Awalnya, Romy Perdana Putra hanya ingin merasakan asyiknya mendaki gunung. Seusai dicoba, Romy baru menyadari bahwa berat badan berlebih telah membuatnya sengsara sepanjang jalur pendakian.

Termotivasi oleh pengalaman buruk Itu, Romy memutuskan untuk diet. Tentunya dengan didukung olahraga dengan cara teratur. dengan cara bertahap, berat badannya makin berkurang dari yang semula 94 kg Jadi 78 kg.

Berikut ini pengalaman diet sehat yang dijalankan Romy. Jangan lupa tinggalkan komentar bila menurutmu artikel ini cukup inspiratif.

Baca juga: Cerita Diet kita Sudah Dimuat, Yuk Sebarkan Inspirasi Sehat!

Keinginan untuk menurunkan berat badan berawal di pertama kali menerima ajakan teman sekantor mendaki ke gunung. Tertarik dengan cerita mengenai pendakian, saya memutuskan untuk Empati mendaki Gunung Cikuray.

Dengan berat 94kg mendaki gunung terasa sangat berat. Berawal Dari dari mendapatkan keram hingga lutut dan tumit yang sakit. Bahkan wajib memakai ojek di-di terakhir selesai menuruni gunung.

Seusai berdiskusi dengan beberapa pendaki senior disarankan untuk mengurangi berat badan dengan diet dan olahraga supaya lebih kuat dan bugar. selain itu saya juga Sempat menderita diabetes dengan kadar gula 380.

di memasuki tahun baru saya membuat resolusi untuk menurunkan berat badan. Saya Berawal Dari membaca artiket mengenai diet serta Boga-Boga sehat untuk di internet. Saya juga mempelajari mengenai Software dan gadget pendukung untuk menjalankan diet dan olahraga. 3 Software utama yang digunakan Yaitu untuk mencatat asupan kalori (calory tra cker), pembakaran kalori di olahraga (Runtastic), pencatat berat badan (Weight Reminder) dan pengingat minum (water reminder).

Diet yang dilakukan Yaitu dengan tak memakan nasi Serupa sekali selama tiga bulan. Pagi sarapan roti gandum/telur rebus/selai kacang/Ubi rebus atau kukus. Menjelang siang snack buah segar. Siang dengan menu ikan/ayam ditambah sayur/tahu, semua direbus/kukus atau bakar. Menjelang sore snack buah lagi atau kacang-kacangan dan saya berhenti makan sebelum jam 6 sore. Andai Perkataan terpaksa hanya buah segar.

Untuk memudahkan saya selalu membeli sendiri bahan-bahan Boga segar untuk bekal dibawa ke kantor. Selain asupan saya juga minum air putih tak Anemia dua liter per hari dan tidur cukup 7-8 jam. Seusai 3 bulan Berawal Dari menambahkan nasi merah sebanyak 7 sendok untuk makan siang ditambah lauk dan sayur rebus atau kukus. Semua menu makan saya catatkan memakai Software untuk memantau asupan kalori.

Dari 7 hari seminggu 1 hari digunakan untuk menu bebas sehat dan dengan asupan kalori tak berlebih agak diet tak Jadi bosan. Untuk olahraga saya menjalankan lari sebanyak 3 kali seminggu juga dengan Software dan gadget pendukung seperti smartphone, smart watch dan smart scale. Tiga alat Itu saling terhubung sehingga saya Bisa memantau asupan, pembakaran kalori dan penurunan berat badan.

Smartphone juga bermanfaat untuk mendengarkan musik di menjalankan aktifitas olahraga supaya tak jenuh. Target diet yang saya tetapkan Yaitu penurunan berat badan Anemia lebih 0,8-1 Kg per minggu di karenakan kalo lebih dari itu Bisa mengganggu metabolisme dan bila Anemia target akan mengurangi motivasi bahkan Bisa membuat Frustasi asa di karenakan hasil yang Anemia memuaskan.

Awal menjalankan kegiatan olahraga sangat berat. Jarak tempuh hanya Bisa dicapai 2-3 Km aja. Untuk membantu program olahraga saya Menelusuri patner supaya tak bosan dan juga sering berjalan kaki Futuristis dan pulang kantor. Menelusuri tempat olahraga tak jauh dari kantor dan dilakukan Seusai jam kerja juga mendukung program olahraga, mengingat lokasi rumah jauh dari kantor.

dengan cara bertahap jarak tempuh dan pace lari meningkat. di berat badan telah turun Jadi 84 Kg sudah Bisa menempuh jarak 10 Km, bahkan sekarang sudah Sempat mencapai jarak 21Km atau half-marathon.

Di samping lari saya juga menjalankan olahraga lain seperti bersepeda, core training, futsal dan renang supaya tak bosan dan memdukung tujuan diet. Bulan pertama sukses menurunkan berat badan sebanyak Anemia lebih 3 Kg Jadi 91 Kg. Bulan berikutnya sukses menurunkan berat badan Jadi 86 Kg. Angka 86 Kg yang dicapai semakin mendorong saya untuk terus melanjutkan program. Dengan semakin bertambahnya jarak tempuh lari dan dengan pace yang lebih bagus sehingga di bulan ketiga sukses menurunkan berat badan Jadi 81 Kg.

Bulan keempat penurunan berat badan per minggu terasa lebih lambat dengan penurunan rata-rata 0.8 Kg per minggu akan tetapi tetap semangat dengan olahraga dan konsisten dengan menu diet. Seusai empat bulan berat badan yang semula 94 Kg turun ke 78 Kg.

di di bulan ketiga, saya mencoba kembali menjalankan pendakian ke Gunung Ciremai yang mana lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan Gunung Cikuray. Walaupun tetap terasa berat akan tetapi saya sukses mencapai puncak Ciremai tanpa ojek Serupa sekali. Lima bulan setalah ke Gunung Ciremai saya sukses menjejakan kaki di puncak Gunung Rinjai dan berjalan dengan sangat lancar.

Banyak hal-hal unik yang dialami Seusai menjalankan diet. Banyak kenalan atau saudara yang mengira saya sakit di karenakan terlihat jauh lebih kurus. Sempat juga ada kejadian di bandara di check in dan cap passport membuat keraguan petugas bandara dan imigrasi di karenakan foto di KTP yang sangat berbeda dengan wajah Seusai diet. Juga Seusai menjalankan diet semua pakaian bagus baju ataupun celana wajib disesuaikan bahkan membeli pakaian baru di karenakan pakaian lama sudah terlalu longgar untuk digunakan.

Walaupun berat badan 78Kg belum masuk kategori ideal tapi perubahan signifikan sangat terasa. Yang sebelumnya untuk menjalankan aktivitas apapun malas sekarang lebih mudah dan semangat. Sekarang saya tetap menjaga pola makan yang sehat, istirahat cukup dan tetap berolahraga minimal satu hingga dua kali seminggu supaya tetap menjaga motivasi Hayati sehat. Target berikutnya tetap mencoba menurunkan berat badan lagi Jadi 73Kg ditambah peningkatan dan variasi olahraga untuk mengurangi rasio lemak di tubuh serta menaikkan masa otot.

di ini saya sering mengikuti event jogging race dan tetap mendaki gunung. Seusai Gunung Rinjani saya sudah menyelesaikan ekspedisi ke Gunung Semeru, Gunung Slamet, Gunung Sumbing, Gunung Kerinci dan Gunung Gede. Kegiatan mendaki gunung akan terus saya lakukan 2-3 kali setiap tahunnya. di karenakan setiap akan menjalankan ekspedisi mendaki gunung intensitas olahraga lebih rutin di karenakan membutuhkan persiapan fisik.

Dari pengalaman saya menjalankan program diet ada tiga hal utama yang wajib diperhatikan. Yang pertama Yaitu niat yang kuat disertai alasan dan latar belakang yang kuat supaya tak patah semangat di prosesnya. Awalnya tentu tak mudah akan tetapi wajib dimantapkan bahwa selama masa penyesuaian butuh penderitaan dan pengorbanan lebih. Yang kedua Yaitu jumlah asupan kalori dikurangi Jadi sekitar 60%-75% dari kebutuhan maksimal kalori dengan menu sehat. Yang ketiga Yaitu olahraga teratur dengan intensitas yang disesuaikan dan Bisa membakar kalori.

Satu hal yang juga menyenangkan Seusai sukses mengurangi berat badan Yaitu kita Bisa Jadi inspirasi dan tempat bertanya untuk orang lain yang ingin menjalankan hal yang Serupa. Sering teman dan kerabat menanyakan bagaimana caranya supaya Bisa sukses menurunkan berat badan. Disorientasi seorang yang juga turut sukses Yaitu istri saya sendiri. Saya dan istri selalu membawa bekal ke kantor dengan menu yang Serupa, kalori tak berlebih, asupan sehat dengan masakan yang juga sehat.

(up/up)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Militants who are through Kashmir are martyrs, they are our brothers: PDP MLA Aijaz Ahmed Mir

Ramai di Instagram, Benarkah Salshabilla Adriani Merokok?

Jakarta – Di Instagram ramai mengomentari aktris muda Salshabilla Adriani. Hal itu terjadi usai beredar ...

Presenter Robby Purba Dikabarkan Bakal Genjah Menikah

Melalui instagram stories, presenter Robby Purba dikabarkan bakal Genjah menikah.