Tempat Ibadah dan Galeri Seni tak Luput dari Penggusuran

REPUBLIKA.CO.ID, KULONPROGO — Ratusan rumah di Desa Palihan, Kabupaten Kulonprogo, DIY telah hancur karena penggusuran yang dilakukan PT Angkasa Pura 1. Selain rumah-rumah masyarakat, tempat-tempat ibadah dan galeri seni tak luput dari penggusuran yang dilakukan demi pembangunan brand new Yogyakarta International Airport (NYIA) Itu.

Ratusan masyarakat masih bertahan kendati penggusuran yang terjadi telah mengakibatkan tiga orang luka-luka, serta belasan aktivis yang bersolidaritas ditangkap. Beruntung, belasan aktivis akhirnya dibebaskan di Selasa (5/12) malam. Selain rumah-rumah masyarakat, penggusuran menimpa Tanah-Tanah pertanian yang merupakan milik masyarakat. Bahkan, tempat-tempat ibadah tak luput dari penggusuran yang berujung ricuh, karena Friksi yang terjadi antara masyarakat dan Polisi.

tak jauh dari rumah masyarakat yang masih bertahan, tampak satu mushola/masjid yang tampak sudah dihancurkan sebagian memakai alat berat. Tempat ibadah untuk umat Islam itu tampak sudah bolong dan meninggalkan rangka-rangka aja.

Sepanjang mata memandang ke Desa Palihan, pohon-pohon yang ditebang tampak dibiarkan begitu aja, tanpa ada pengelolaan. Namun, alat-alat berat tampak masih bertengger di sejumlah titik yang ada di Desa Palihan.

Selain itu, ada satu galeri seni yang turut dihancurkan dari penggusuran yang dilakukan kemarin. Bahkan, patung-patung yang ada di galeri Itu, tampak dibiarkan aja hancur dan terlantar di jalan-jalan. Letak galeri itu sendiri tepat berada di depan Masjid Al Hidayah, yang merupakan posko utama aktivis-aktivis solidaritas. Sejauh ini, belum didapatkan kabar itikad bagus dari PT Angkasa Pura 1, untuk berdialog dengan masyarakat.

Padahal, tiga warga sudah menemui luka-luka karena penggusuran kemarin siang. “Saya itu melihat ada aktivis yang dipukuli hingga berdarah-darah, saya bilang lepaskan, saya Empati dicekik, ditendang dan dipukul,” Perkataan Aulia kepada Republika, Rabu (6/12).

Senada, Koordinator Aliansi Tolak Bandara, Heronimus Heron, mengecam tindak kekerasan yang telah dilakukan Kepolisian. Selain tiga warga, kekerasan turut menimpa setidaknya tiga aktivis yang merupakan gabungan mahasiswa-mahasiswa DIY.

“Jadi ada enam orang yang luka-luka, kita harap itu tak terjadi lagi,” ujar Heron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gelar Konser Di Indonesia, Liam Gallagher Tahu Fans Oasis Ternyata Banyak

beritawow.xyz – Mantan vokalis grup band Oasis, Liam Gallagher bakal menggelar konser di Ecovention Ancol, ...

Kesederhanaan Istri Orang-orang Terkaya di Global

Elma Theana Jelaskan Alasannya Tak Mau Jadi Saksi di Sidang Asusila Aa Gatot

Jakarta – Elma Theana Jadi Disorientasi satu nama artis yang seharusnya Jadi saksi di kasus ...