Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Ini Sikap Turki

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL — Turki mengecam sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem Bagaikan ibu kota Israel. Melalui akun Twitter, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengecam pernyataan yang tak bertanggung jawab dari pemerintah AS. Ia juga mengecam langkah AS yang akan memindahkan Kedubes AS di Israel ke Yerusalem.

“Keputusan ini bertentangan dengan hukum internasional dan Resolusi PBB yang relevan,” Perkataan Cavusogli, dilansir dari World Bulletin, Kamis (7/12).

Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan keputusan itu bertentangan dengan hukum internasional dan Resolusi PBB. di karenakan aneksasi Yerusalem oleh Israel telah ditolak oleh masyarakat Internasional dan PBB.

di pernyataan Itu, Kemenlu Turki menekankan, masalah di Palestina hanya Bisa diselesaikan melalui keberadaan Negara Palestina yang merdeka, berdaulat, berdasarkan perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur Bagaikan ibukotanya.

“tak Bisa diterima bahwa AS, Anggota Permanen Dewan Keamanan PBB, mengabaikan fakta ini. Pencapaian kemerdekaan oleh Palestina Yaitu kewajiban Manusia dan mempunyai nilai historis. Turki akan terus menjalankan advokasi ini,” Perkataan pernyataan Kemenlu Turki.

Keputusan Presiden AS Donald Trump terkait Yerusalem Itu dinilai akan mempunyai refleksi negatif terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan. Di samping, juga menghancurkan status perdamaian sepenuhnya.

di karenakan itu, kemenlu Turki meminta Pemerintah AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang dianggap Galat Itu. di karenakan keputusan itu dinilai akan menghasilkan sesuatu yang negatif dan membahayakan identitas multikultural dan status historis Yerusalem.

Selanjutnya, pernyataan Kemenlu Turki Menyebut bahwa perkembangan mengenai Yerusalem akan diangkat dengan cara ekstensif di Konferensi Tingkat Tinggi para Pemimpin Organisasi OKI (Organisasi Kerja Serupa Islam) dan Pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri, yang akan diselenggarakan di 13 Desember mendatang di Istanbul, Turki.

Pertemuan itu dilakukan atas seruan yang dibuat oleh Presiden Turki, Erdogan, Bagaikan Ketua Konferensi Tingkat Tinggi OKI.

Sebelumnya, Trump di Rabu (6/12) dengan cara resmi mengakui bahwa Yerusalem Bagaikan ibukota Israel. Trump juga menginstruksikan Departemen Luar Negeri AS untuk memulai persiapan memindahkan Kedutaan AS di Israel ke Yerusalem dari Tel Aviv.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gelar Konser Di Indonesia, Liam Gallagher Tahu Fans Oasis Ternyata Banyak

beritawow.xyz – Mantan vokalis grup band Oasis, Liam Gallagher bakal menggelar konser di Ecovention Ancol, ...

Kesederhanaan Istri Orang-orang Terkaya di Global

Elma Theana Jelaskan Alasannya Tak Mau Jadi Saksi di Sidang Asusila Aa Gatot

Jakarta – Elma Theana Jadi Disorientasi satu nama artis yang seharusnya Jadi saksi di kasus ...