Zambia Tangkap 55 Orang di Kerusuhan Pengendalian Kolera

REPUBLIKA.CO.ID, LUSAKA — Polisi di Zambia menangkap 55 orang di Lusaka Seusai warga menjalankan kerusuhan atas pemberlakuan jam malam dan Embargo di pedagang kaki lima untuk mengendalikan Endemi kolera, Perkataan pemerintah di Jumat (12/1). Kerusuhan di kota berpenduduk padat Kanyama dipicu Seusai polisi menutup suatu pasar dimana perdagangan telah dilarang di Minggu, di jam malam diumumkan.

Menteri di Negeri Stephen Kampyongo Menyebut di suatu media briefing bahwa warga menghancurkan kaca jendela di suatu kantor polisi setempat dan membakar satu kendaraan bermotor. Kampyongo Menyebut, polisi sukses menghentikan kerusuhan Itu Seusai melawan perusuh yang melempar batu selama sekitar enam jam.

“Disorientasi satu perwira polisi kami terluka dan 55 tersangka ditangkap,” Perkataan Kampyongo, menambahkan bahwa jumlah polisi di daerah Itu akan meningkat.

“Semua undang-undang kesehatan masyarakat akan tetap berlaku penuh.”

Kolera telah membunuh 70 orang di seluruh negeri, termasuk 67 di ibu kota, sejak mewabah di Oktober, Menteri Kesehatan Chitalu Chilufya Menyebut di briefing yang Serupa. Pedagang kaki lima dan pertemuan publik dilarang di Lusaka untuk mencegah penyebaran penyakit ini, namun penduduk Kanyama, di mana sekitar 370 ribu orang tinggal, telah menentang perintah di malam hari.

Tentara dikerahkan Seusai penduduk setempat menghancurkan properti dan menjarah toko, Perkataan media penyiaran nasionalmilik pemerintah negara bagian sebelumnya. Reuters tak memverifikasi laporan Itu.

Peter Zulu, seorang penduduk setempat, Menyebut bahwa perusuh telah memblokir Jalan Los Angeles, suatu jalan raya utama, dan polisi telah menembakkan gas air mata untuk mencoba membubarkan mereka.

Sebelumnya, Presiden Zambia Edgar Lungu telah memerintahkan militer untuk membantu memerangi penyebaran kolera, yang telah menewaskan 41 orang di ibu kota negara Itu dan membuat lebih dari 1.500 lainnya sakit sejak akhir September. Endemi Itu Berawal Dari terjadi di 28 September, namun tampaknya mereda di 20 Oktober, dengan Anemia dari lima pasien dilaporkan setiap minggu hingga 5 November.

Juru bicara kepresidenan Amos Chanda Menyebut di suatu pernyataan bahwa presiden percaya tindakan darurat itu dibutuhkan untuk menahan penyakit yang ditularkan melalui air Itu, termasuk penutupan dari beberapa pasar.

Endemi itu awalnya terbatas di wilayah populasi padat dari Lusaka dimana sanitasi yang buruk Bisa membantu transmisi, tapi penyakitnya di ini telah menyebar ke daerah dengan kepadatan rendah, Perkataan Chanda.

“Presiden sangat prihatin di meluasnya epidemi dan karenanya meminta pasukan pertahanan untuk bergabung dengan pemangku kepentingan lainnya … dan membersihkan Lusaka dengan cara menyeluruh, ” Perkataan Chanda.

Endemi itu awalnya terkait dengan air yang terkontaminasi dari sumur dangkal namun penyelidikan mengungkapkan bahwa penyebarannya meluas melalui Boga yang terkontaminasi, katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mobil Mesum Aceh Di Tahun Baru 2018, Kepergok Anggota TNI(Di Aceh Tamiang)

Produser Film ‘DILAN 1990’ Targetkan Ditonton Empat Juta Penonton

beritawow.xyz РFilm adaptasi novel bestseller berjudul DILAN 1990 akan rilis reguler di bioskop Berawal Dari ...

Mantan Suami Muzdalifah Ditangkap Sehabis Makan

Jakarta – Mantan suami Muzdalifah, Khairil Anwar ditangkap karena tuduhan penggelapan dana yang semula ingin ...